Jumat, 12 Oktober 2012

Manusia dan Kebudayaan

Bismillahirohmanirrohim.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

          Manusia hidup tidak lepas dari kebudayaan, apalagi kita sebagai bangsa timur(Indonesia) sangat kental dengan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian dari bangsa timur itu sendiri terkenal dengan sikap ramah dan toleransi yang tinggi. Dibandingkan kepribadian bangsa barat, kepribadian bangsa timur lebih menjunjung tinggi nilai kesopanan dan nilai keagamaan. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya tempat peribadahan yang indah dan megah.

           Manusia juga dikenal sebagai makhliuk sosial, karena itu manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan manusia lain untuk berinteraksi dan menjalani hidupnya sehari-hari, hal tersebut merupakan kebiasaan yang dianut oleh bangsa timur terutama indonesia yang sangat mempunyai rasa kebersamaan yang kuat.

          Bangsa timur sendiri mempunyai ciri-ciri fisik yang khas dibandingkan dengan bangsa barat, seperti kulit sawo matang (terkadang juga ada yang putih), rambut hitam, mata sipit, dan tinggi badan yang tidak terlalu tinggi. Dari ciri-ciri tersebut kita sudah bisa membedakan mana bangsa timur dan mana yang bukan. Kepribadian yang sopan menjadikan bangsa timur mudah diterima di berbagai belahan dunia.

          Selain dikenal kepribadiannya yang sopan, bangsa timur juga dikenal dengan beragam kebudayaannya yang beragam. Pengertian kebudayaan itu sendiri adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Keragaman yang dimiliki oleh bangsa timur mengundang banyak turis dari bangsa barat yang berusaha untuk mempelajarinya. Kejadian tersebut membuktikan bahwa kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa timur tidak kalah dengan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa barat.

          Ada beberapa unsur budaya yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh terkenal.  

    1.  Menurut Melville J. Herskovits menyebutkan unsur budaya dibagi 4 unsur pokok, yaitu:
  • Alat-alat teknologi
  • Sistem ekonomi
  • Keluarga 
  • Kekuasaan politik
    2.  Menurut Bronislaw Malinowski menyebutkan unsur budaya dibagi 4 unsur pokok, yaitu:  
      • Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
      • Organisasi ekonomi
      • Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
      • Organisasi kekuatan (politik)

                Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak. 
      1. Gagasan (Wujud ideal), wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
      2. Aktivitas (tindakan), aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
      3. Artefak (karya), artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. 

                Selain wujud kebudayaan, ada juga orientasi nilai budaya yang menjadi pokok permasalahan dalam kebudayaan ini. Nilai budaya yang ada di seluruh belahan dunia ini pastilah memiliki kemiripan antara yang satu dengan yang lainnya dan memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan. Jika dilihat dari permasalahan yang dialami oleh manusia, orientasi-orientasi budaya hampir serupa.

                Ada lima masalah dasar dalam menentukan orientasi nilai budaya menurut kerangka Kluckhohn.
      • Hakekat Hidup
      1. Hidup itu buruk
      2. Hidup itu baik
      3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
      4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
      • Hakekat Karya
      1. Karya itu untuk menafkahi hidup
      2. Karya itu untuk kehormatan.
      • Persepsi Manusia Tentang Waktu
      1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
      2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
      3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
      • Pandangan Terhadap Alam
      1. Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
      2. Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
      3. Manusia berusaha menguasai alam.
      • Hubungan Manusia Dengan Manusia
      1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, berjiwa gotong royong.
      2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
      3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.

                 Dengan majunya teknologi sekarang ini bisa berdampak positif dan berdampak negatif, berdampak negatif diantaranya adalah mudahnya masuk pengaruh budaya barat yang menyebabkan tersingkirnya budaya sendiri. Hal tersebut didukung dengan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga budaya sendiri. Budaya barat masuk dari segala sektor kehidupan terutama dibidang fashion atau berbusana, hal ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kebudayaan barat hampir mengambil alih seluruh gaya berbusana bangsa timur. Hal tersebut dapat dikurangi dengan kesadaran dalam diri sendiri, untuk mempertahankan budayanya sendiri dari pengaruh budaya asing.

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

      ================================================================
      Sumber:
      1. http://mayangarmyta.wordpress.com/2010/10/31/kepribadian-bangsa-timur/     
      2. http://vatonilv.blogspot.com/2012/04/pengertian-kebudayaan.html
      3. http://wisnusaktipermadi.blogspot.com/2009/12/unsur-unsur-kebudayaan.html
      4. http://zudozulfadlia.blogspot.com/2012/04/wujud-kebudayaan-dan-orientasi-nilai.html
                

      0 komentar:

      Posting Komentar